Kemaren ini pas sate (baca: saat teduh), dapet satu permenungan yang memang sedang jadi pergumulan naz belakangan ini.. berserah dan setia sama BABE.. benar2 sedang belajar bagaimana mengandalkan DIA dan menyerahkan hidup yang penuh ketidakpastian ini ke tanganNya..
Dan ajaibnya, naz merasa BABE benar2 menguatkan naz sekali.. dari chatting dengan seorang teman yang panjang kali lebar soal rencana dan waktu-Nya *thanks,is!* lalu firman2 yang belakangan ini naz dengar dan naz baca entah knapa pasti nyangkut juga.. dan yang tak akan pernah ku lupa.. pelukan hangat seorang "malaikat" dan janjinya kalau dia bakal menemani naz..
how i feel sooo blessed!!
how i feel sooo blessed!!
here is one of the blessings i read
- taken from Manna Sorgawi, 2nd October 2009
- taken from Manna Sorgawi, 2nd October 2009
-----------------------------
Di dalam doa Bapa Kami terdapat kata-kata yang cukup terkenal, yaitu "jadilah kehendakMU". Dua kata ini merupakan salah satu prinsip doa yang diajarkan oleh Yesus kepada para pengikutNYa. Di Taman Getsemani Yesus memohon kepada Bapa agar melalukan cawan penderitaan yang akan ia hadapi, tetapi Yesus mengakhiri permohonanNya dengan berkata, "tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki." Kata2 ini diucapkan oleh Yesus pastilah dengan kesadaran yang penuh bahwa kehendak Bapa adalah yang terbaik bagiNYa.
Salah satu kunci yang membuat doa kita dikabulkan oleh Tuhan, yaitu jika permohonan itu sesuai dengan kehendakNya. Kita boleh beriman bahwa Tuhan pasti mengabulkan doa kita, tetapi bagaimanapun besarnya iman yang dimiliki, jika apa yang kita minta tidak sesuai dengan kehendakNya, maka Ia tidak akan mengabulkanntya. Benar apa yang dikatakan oleh Spiros Zodhiathes, "Tuhan tidak selalu melakukan apa yang sanggup Ia lakukan, melainkan apa yang Ia kehendaki untuk Ia lakukan."
Secara umum kita tahu bahwa kehendak Tuhan adalah sesuatu yang akan mendatangkan kemuliaan bagi namaNya dan kebaikan bagi manusia. Terkadang kita tidak tahu apakah yang kita doakan itu benar2 akan mendatangkan hormat bagi namaNya dan kebaikan bagi kita. Tetapi karena kita mengetahui Tuhan sebagai Bapa yang baik yang lebih mengetahui apa yang baik bagi anak2Nya, maka kita perlu berserah pada kehendakNya. Karena keterbatasan kita untuk mengerti secara persis apa yang menjadi kehendak Tuhan dan bagaimana harus berdoa, kita perlu membuka hati pada tuntunan Roh Kudus. Roma 8:26 berkata, "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan." Ketika beban terasa demikian berat sehingga kita tidak bisa lagi berpikir dan berkata-kata, saat itulah Roh Kudus akan berdoa untuk kita dan juga membantu kita berdoa dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Roh Kudus juga mengajar kita untuk memiliki penyerahan diri kepada kehendak Bapa.
Semakin kita membuka diri pada tuntunan Roh Kudus, semakin kita mengerti apa yang menjadi kehendakNya dan semakin kita tahu bagaimana harus berdoa. Roh Kudus menyempurnakan doa-doa yang kita naikkan sehingga Bapa dengan kasih dan hikmatNya akan menanggapinya. Roma 8:27 berbunyi, "Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang2 Kudus." Biarkan Roh Kudus menuntun kita, karena jika kita terlatih mendengar bisikanNya, maka kita tidak akan menyerukan doa sia2 yang berasal dari dorongan kedagingan kita. Ketika doa kita sesuai kehendak Tuhan, maka Ia akan mengabulkan permohonan kita.
No comments:
Post a Comment